Leave? I think no
Udah 1 tahun lebih aku dan dia bersama, aku bahagia dia berubah untuk ku. Tapi entah kenapa perasaan takut akan kembalinya sikap dia yang dulu terus datang. Aku tau seharusnya aku tidak terlalu sayang kepada seseorang lagi setelah apa yang terjadi selama ini. Tapi aku ga bisa ngelakuin itu aku tetap merasa terlalu sayang sama dia.Meskipun sikap dia sering membuat ku merasa sedih.
Aku ga tau apakah dia juga merasakan rasa yang sama dengan ku. Aku juga ga tau jika suatu saat aku pergi , mungkin kah dia akan meminta ku buat tetap tinggal?
Seharusnya dia tau udah berapa banyak sahabat cowo yang aku tinggalin buat dia, dan aku ga pernah kembali bersama mereka,semenjak aku bersama dia, Karena aku ga mau nyakitin perasaan orang yang aku sayang, sementara dia malah sebaliknya? Dan karena sikap dia itu yang membuat perasaanku mulai berubah terhadapnya, sepertinya percuma jika kita sayang sama seseorang tapi orang itu ga ngehargain perasaan kita kaya gimana sementara kita terus berusaha membuat dia bahagia
Tapi akhirnya aku sadar ujian demi ujian bisa kita lalui tanpa menguncapkan kata pisah, aku bersyukur mungkin ini lah cara Tuhan membuatku dan dia belajar dewasa, belajar memahami sikap satu sama lain, belajar menghargai bahagia setelah kecewa,dan belajar untuk saling melengkapi kelebihan dan kekurangan masing2, jika kita tidak pernah menghadapi ini mungkin aku dan dia akan terus menjadi orang yang egois satu sama lain. Dan aku yakin karena perbedaan sikap kita itu kita dipertemukan untuk saling melengkapi, dan semoga memang dia yang terbaik untuk ku
Aku ga tau apakah dia juga merasakan rasa yang sama dengan ku. Aku juga ga tau jika suatu saat aku pergi , mungkin kah dia akan meminta ku buat tetap tinggal?
Seharusnya dia tau udah berapa banyak sahabat cowo yang aku tinggalin buat dia, dan aku ga pernah kembali bersama mereka,semenjak aku bersama dia, Karena aku ga mau nyakitin perasaan orang yang aku sayang, sementara dia malah sebaliknya? Dan karena sikap dia itu yang membuat perasaanku mulai berubah terhadapnya, sepertinya percuma jika kita sayang sama seseorang tapi orang itu ga ngehargain perasaan kita kaya gimana sementara kita terus berusaha membuat dia bahagia
Tapi akhirnya aku sadar ujian demi ujian bisa kita lalui tanpa menguncapkan kata pisah, aku bersyukur mungkin ini lah cara Tuhan membuatku dan dia belajar dewasa, belajar memahami sikap satu sama lain, belajar menghargai bahagia setelah kecewa,dan belajar untuk saling melengkapi kelebihan dan kekurangan masing2, jika kita tidak pernah menghadapi ini mungkin aku dan dia akan terus menjadi orang yang egois satu sama lain. Dan aku yakin karena perbedaan sikap kita itu kita dipertemukan untuk saling melengkapi, dan semoga memang dia yang terbaik untuk ku
Komentar
Posting Komentar